BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pada konteks Indonesia saa ini yang memasuki alam
reformasi dan keterbukaan dan dengan adanya kemajuan media internet, maka
interaksi dengan Saksi-Saksi Yehuwa tidak lagi terhindarkan. Pelarangan secara
resmi tidak menjamin hilangnya para penganut Saksi Yehuwa dan usaha mereka
dalam menyiarkan agama itu apalagi setelah sekarang diizinkan kembali
beroperasi secara resmi. Karena itu, yang diperlukan bagi umat Kristen adalah
kesiapan mereka dalam bersenjatakan senjata-senjata rohani dan mengetahui
bagaimana cara-cara para Saksi Yehuwa dalam mendekati seseorang.
Bila seseorang tertarik, mereka diajak untuk
mengikuti 'Persekutuan Wilayah' dan bila makin teruji kesetiannya, mereka
diajak bergabung dalam 'Balai Kerajaan'. Disini dengan pertemuan-pertemuan
marathon beberapa kali seminggu, mereka dipersiapkan sebagai Saksi-Saksi Yehuwa
yang dewasa dan siap untuk mendidik orang lain pula. Dapat dimaklumi mengapa
para Saksi Yehuwa bersikap militan yaitu karena diberi peran yang besar sesuai
dengan harga diri masing-masing. Bila dalam Balai Kerajaan mereka sudah teruji
kesetiaannya barulah mereka dibaptis dengan cara diselam dan pada taraf ini
mereka sudah tidak lagi bisa diubah pandangan imannya. Pada makalah ini akan
dipaarkan mengenai apa sebenarnya
Saksi-saksi Yehuwa, yang menarik untuk diteliti karena masih sedikit yang
mengetahui dan memahami terdapat bagian ajaran Kristen Protestan baru yang
berkembang di Indonesia.
1.2
Tujuan dan Manfaat
·
Mengidentifikasi
ajaran saksi yehuwa serta apa saja pengaruh yang diberikan sehingga dianggap
menyimpang?
·
Mendeskripsikan
ajaran saksi yehuwa berdasarkan kitab yang dianut agama kristen?
·
Merumuskan secara
singkat namun mencakup keseluruhan permasalahan sehingga ajaran ini dianggap
menyalahi aturan Al-Kitab.
1.3
Rumusan Masalah
·
Apa yang dimaksud
dengan ajaran saksi yehuwa?
·
Bagaimana
ritus-ritus yang dilakukan sehingga dianggap menyimpang?
·
Siapakah pencetus
peratama ajaran saksi yehuwa?
·
Mengapa ajaran
tersebut dianggap menyakahi aturan agama kristen yang ada?
1.4
Metodologi
Penelitian
Studi
dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data kualitatif dengan melihat
atau menganalisis dokumen-dokumen yang dibuat oleh subjek sendiri atau oleh
orang lain tentang subjek. Sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan
yang berbentuk dokumentasi. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk
surat-surat, catatan harian, cenderamata, laporan, artefak, foto, dan
sebagainya. Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga
memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi di
waktu silam. Secara detail bahan dokumenter terbagi beberapa macam, yaitu
otobiografi, surat-surat pribadi, buku atau catatan harian, memorial, klipping,
dokumen pemerintah atau swasta, data di server dan flashdisk, data tersimpan di
website, dan lain-lain. Pada penelitian ini dilakukan studi dokumenter dengan
mengumpulkan data yang terkait dengan tema penelitian yakni Aliran Saksi Yehuwa
pada agama Protestan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Deskripsi
Ajaran Saksi Yehuwa
Saksi-Saksi Yehuwa
merupakan sebuah saksi yang dianggap menyimpang dari agama kristen, milenarian, restorasionis yang
dahulu bernama Siswa-Siswa Alkitab. Agama ini
diorganisasi secara internasional, lebih dikenal di dunia Barat sebagai Jehovah's Witnesses atau Jehovas Zeugen. Saksi-Saksi Yehuwa
sendiri bukanlah suatu sekte, mereka tidak pernah memisahkan diri dari gereja
atau kelompok besar manapun. Wewenang tertinggi kehidupan mereka berdasarkan
hukum-hukum dan prinsip-prinsip dari Kitab Suci atau Alkitab.
Berikut adalah
tokoh-tokoh pencetus Ajaran Saksi Yehuwa :
- Charles Taze Russell
Organisasi ini dimulai oleh Charles Taze Russell, sebagai presiden pertama, dengan Siswa-Siswa Alkitab-nya yang mengaku
sebagai juru bicara Allah dan penggenapan perumpamaan hamba setia dan bijaksana di Mat. 24:45-47 atas Russell
sehingga para pengikutnya mengultuskan atau memujanya. Tentunya pengultusan ini ditutup-tutupi dengan cara mendustai
pembacanya oleh organisasi Saksi Yehuwa.
2. Joseph Franklin Rutherford
Presiden kedua adalah Joseph Franklin Rutherford. Di bawah kepemimpinan Rutherford
doktrin Russell dan segi organisasional mengalami perubahan total. Misalnya
dalam hal doktrin perhitungan kronologi waktu berdasarkan Piramida Gizeh dicap
sebagai ajaran dari Setan sendiri, kehadiran Kristus secara tidak terlihat
di rubah dari 1874 menjadi 1914, pembagian 2 golongan yaitu 144,000 orang yang
dikenal sebagai “kaum terurap” akan hidup di surga memerintah bersama Kristus
dan jutaan anggota lainnya disebut “kawanan besar” hidup di bumi firdaus dan nama Saksi-Saksi Yehuwa juga dicetuskan oleh Rutherford.
3. Nathan H. Knorr
Presiden ke-3 adalah Nathan Knorr yang dikenal sebagai seorang organisator ulung.
Di bawah kepemimpinannya para Saksi Yehuwa mendapatkan pelatihan yang luar
biasa yang masih dapat kita lihat dampaknya sampai saat ini yaitu hafal
ayat-ayat Alkitab dan mahir bolak-balik Alkitab. Sebenarnya program
pelatihan para Saksi Yehuwa bukanlah proses mempelajari Alkitab melainkan
proses internalisasi absolute doktrin.
2.2
Inti Dasar Ajaran Saksi Yehuwa
Ajaran Saksi
Yehuwa tampak tidak penting dan kerap tidak dipahami
banyak orang, namun pada kenyataannya, inti
ajaran inilah yang membuktikan bahwa ajaran Saksi Yehuwa hanyalah sebuah
kultus dan bidat. Tuhan Yesus mengutuk para penyesat dengan berkata, “Tidak
mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya,
lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari
orang-orang yang lemah ini” (Luk. 17:1-2).
Berikut deskripsi tentang penyimpangan ajaran ini :
·
Ketuhanan
Saksi Yehuwa
menolak istilah Tritunggal dan menolak kesetaraan Bapa, Anak, Roh Kudus sebagai
personifikasi Allah, Firman dan Roh-Nya. Tritunggal tidak dikenal sepanjang
zaman Alkitab dan selama beberapa abad setelahnya
·
Kristologi
Sekalipun Yesus
mendapat tempat terhormat dalam pengajaran Saksi Yehuwa dan menjalankan fungsi
penebusan yang menyediakan kehidupan kekal, namun kedudukan Yesus hanyalah
mahluk ciptaan pertama yang keberadaannya sudah terlebih dahulu ada sebelum
langit dan bumi ada dan setara dengan malaikat ciptaan Allah. Dalam derajat
tertentu, Yesus disetarakan dengan Hikmat dalam Kitab Amsal.
“Alkitab mengajarkan bahwa Yesus hidup di
surga sebelum ia datang ke bumi. Mikha menubuatkan bahwa Mesias akan lahir di
Betlehem dan bahwa ia sudah ada ‘sejak purbakala’ (Mik 5:2) Yesus sendiri
beberapa kali mengatakan bahwa sebelum lahir sebagai manusia, ia hidup di surga
(Yoh 3:13; 6:38,62; 17:4-5).
·
Pneumatologi
Saksi Yehuwa
meyakini Roh Kudus bukanlah Roh Tuhan melainkan hanya sekedar kekuatan. Roh
Kudus yang digunakan dalam Alkitab menyatakan bahwa ini adalah suatu kekuatan
atau tenaga yang dikendalikan yang digunakan oleh (Tuhan) Yehuwa untuk
melaksanakan berbagai maksud dan tujuan-Nya. Sampai taraf tertentu, ini dapat
disamakan dengan listrik, tenaga yang dapat digunakan untuk melakukan beragam
fungsI. Kata Yunani untuk ‘Roh’ ialah berjenis netral.
·
Kematian
Saksi Yehuwa
mempercayai bahwa kematian setara dengan tidur panjang tanpa aktivitas dan
tanpa sebuah kesadaran di dalamnnya.
Seperti
dikatakan Alkitab: “Orang yang mati itu tidak tahu apa-apa”. “Orang yang mati
itu…tidak sadar akan apapun” (Pengkh 9:5, terjemahan New World Translation).
Akan tetapi, orang yang hidup dapat dibangunkan dari tidur nyenyak. Jadi Yesus
ingin menunjukkan bahwa, melalui kuasa (Tuhan) yang diberikan kepadanya,
Lazarus, sahabatnya dapat dibangunkan dari kematian. Apabila seseorang tidur
nyenyak, ia tidak ingat apa-apa. Demikian pula halnya orang mati. Mereka tidak
mempunyai perasaan sama sekali. Mereka tidak ada lagi”.
·
Kebangkitan dari Kematian
Saksi Yehuwa
mengakui adanya kebangkitan orang mati namun bukan kebangkitan di alam roh
melainkan kebangkitan di dunia ini layaknya orang bangun dari tidur panjangnya.
Saksi Yehuwa membagi kebangkitan menjadi dua bagian, kebangkitan pertama dimana
orang yang turut ambil bagian dalam kebangkitan pertama ini hidup di Surga
sementara kebangkitan kedua bagi mereka yang ditentukan untuk hidup di dunia
yang sudah diperbarui ini.
·
Mengenai Neraka & Surga
Saksi Yehuwa
menolak keberadaan neraka karena Yehuwa yang pada dasarnya Kasih tidak mungkin
menyediakan tempat sejahat itu. Saksi Yehuwa melakukan penafsiran simbolis
terhadap kata Ibrani “Sheol” atau kata Yunani “Hades” dan kata Ibrani “Gehinom”
atau kata Yunani “Gehenna” sebagai tempat kuburan dan tempat pembakaran di
Yerusalem timur.
·
Hermeneutik Saksi Yehuwa
Hermeneutik
adalah “suatu bagian teologi yang bersifat ilmiah dan seni yang memperhatikan
hukum tertentu bahkan melibatkan diri penafsir sepenuhnya dengan tujuan mencari
maksud yang ingin disampaikan oleh penulis Alkitab”. Namun Saksi Yehuwa tidak
menggunakan kaidah hermeneutik yang lazimnya dipergunakan di sekolah-sekolah
teologia. Mereka memiliki kaidah penafsiran sendiri yang lebih menekankan aspek
simbolis (lambang). Untuk menafsirkan lambang-lambang yang sulit mereka
biasanya memiliki kelompok penafsir yang dijuluki “hamba yang setia dan
bijaksana” (faithfull and discreet slave class).
·
Metode Pengajaran Saksi Yehuwa
Apa yang
disebut “metode” tidak lebih dari sebuah “pelajaran buku” atau “indoktrinasi”
bahkan “cuci otak”. Mereka biasanya membacakan keras-keras materi dalam buku
terbitan Saksi Yehuwa dan diadakan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sudah
tersedia dalam buku panduan tersebut. Kevin R. Quick seorang mantan Saksi Yehuwa
yang sudah berpaling pada Yesus Sang Mesias memberikan kesaksiannya sbb: “Saya
sering heran mengapa kami memakai metode semacam itu. ‘Kalau apa yang kami
pelajari adalah suatu kebenaran’, pikir saya, ‘mengapa harus cuci otak seperti
ini? Mengapa tidak berdiskusi saja secara terbuka? Mengapa mengulang-ulang
penyajian yang sama, pengajaran yang sama tentang tema yang sama pula?’ Saya
lalu berkesimpulan bahwa karena sebagian besar Saksi Yehuwa tidak tinggi
pendidikannya, rupanya itulah satu-satunya cara belajar yang efektif bagi
mereka”
·
Terjemahan Kitab Suci Saksi
Yehuwa
Kelompok Saksi
Yehuwa atau Wacth Tower menjunjung tinggi kitab suci terjemahan mereka sendiri
dan merendahkan terjemahan lainnya. Pada mulanya mereka menerjemahkan kitab
suci dan menerbitkannya dengan nama The New Translation of the Christian Greek
Scriptures diterbitkan oleh New World Translation Commiittee pada tahun 1950.
Kemudian disusul dengan The New World Translation of the Hebrew Aramaic
Scriptures dalam lima jilid.
2.3
Ajaran Bidat
Ajaran
Saksi Yehuwa adalah bidat karena banyak konsep ajaran organisasi tidak berdasarkan Alkitab kecuali
spekulasi liar berdasarkan ilmu cocok-logi
yaitu mencocokkan ayat-ayat Alkitab untuk menghasilkan suatu
kesimpulan yang diyakini kebenarannya. Ajaran Saksi tidaklah Alkitabiah karena jika seseorang belajar Alkitab tanpa seorang pemandu mustahil dapat
mencapai suatu kesimpulan seperti yang diajarkan oleh para Saksi. Misalnya saja
tentang keyakinan Yesus sudah hadir secara
tidak terlihat dan ditakhtakan menjadi raja tahun 1914. Tidak ada seorang pun yang hanya membaca
Alkitab dapat menyimpulkan ajaran ini karena Saksi Yehuwa menghitung tahun-tahun yang ada di Alkitab seperti menghitung
kode togel (toto gelap). Berikut adalah fakta-fakta kesesatan doktrin Saksi
Yehuwa.
1. Ajaran Yang Berubah-ubah
Salah satu ajaran Saksi Yehuwa yang
menggelikan dan menjadi tidak masuk akal adalah pengajaran yang berubah-ubah
disebut terang baru atau bersifat progresif. Bagi Saksi Yehuwa ajaran
yang berubah-ubah ini merupakan bukti bahwa Allah mengarahkan organisasinya.
Misalnya saja tentang ajaran Yesus adalah malaikat Mikhael yang diyakini oleh Saksi dewasa
ini. Padahal dulu Charles Russell, pendiri saksi Yehuwa ini mengajarkan bahwa Yesus bukan malaikat Mikhael. Akibat ajaran terang baru atau bersifat progresif yang berubah-ubah
dapat membawa penderitaan, bahkan membahayakan kehidupan dan nyawa para Saksi
Yehuwa yang mengikutinya.
2. Konsep Hamba atau Budak Setia Dan Bijaksana
Ajaran bidat lainnya adalah tentang
konsep Hamba atau budak setia dan bijaksana yaitu keyakinan kepada
sekelompok orang yang berhak menafsirkan Alkitab bagi para Saksi Yehuwa sebagai
makanan rohani yang wajib ditaati dan tidak boleh dipertanyakan keabsahannya karena diyakini bersumber ilahi. Mempertanyakannya tafsiran ataupun otoritas golongan budak dianggap sama dengan mempertanyakan otoritas Allah sendiri. Bagi seorang Saksi Yehuwa, berhubungan dan menyenangkan hati
golongan “Hamba” sangat menentukan kesehatan rohani dan hubungan baiknya
dengan Allah.
3. Doktrin Keselamatan
Doktrin keselamatan merupakan hal
yang paling penting bagi umat Kristen.karena kasih Allah akan dunia inilah,
maka Bapa mengirim Anak-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan manusia (Yoh. 3:16). Alkitab mengajarkan
hanya melalui percaya kepada Kristus saja manusia dapat beroleh selamat (Kis.
16:29-31). Jadi doktrin Kristen jelas mengajarkan bahwa keselamatan hanya dapat
diperoleh melalui anugerah oleh iman kepada Yesus.
Saksi Yehuwa mengajarkan bahwa
keselamatan seorang dapat diperoleh pertama melalui bergabung dan menjadi bagian dari organisasi Saksi Yehuwa
sehingga organisasi ini sebenarnya merupakan tempat pemujaan berhala bagi setiap Saksi. Kedua, organisasi mengajarkan bahwa “bila
kita [saksi yehuwa] bertekun memberitakan ”Injil Kerajaan” ini, keselamatan
dapat kita peroleh” (w81 No. 31 hlm. 13 par. 4). Ini merupakan
ajaran perbuatan baik menghasilkan keselamatan. Oleh karena itu disadari atau
tidak oleh Saksi Yehuwa alasan mereka berkeliling dari rumah ke rumah untuk
beroleh keselamatan.
4. Penebusan Dosa manusia
Tujuan utama kelahiran Kristus ke
dalam dunia ini adalah untuk menyelamatkan (baca menebus) manusia dari
dosa-dosa Anda dan saya (Mat. 1:21). Tetapi ajaran Saksi Yehuwa tidaklah
demikian. Bagi Saksi Yehuwa kelahiran Kristus ke dalam dunia tidak menebus dosa manusia karena kematian manusia telah
membebaskannya dari dosa-dosanya sendiri.
5. Berita Injil Saksi Yehuwa
Setiap Saksi bangga dengan
pengabaran yang dilakukannya dari rumah ke rumah yang katanya sesuai dengan perintah Yesus Kristus. Namun jika
ditelaah dari sisi lain ajaran yang dikabarkan di tiap rumah belum tentu sama
dengan yang ada dalam kitab injil.
2.4
Kultus Ajaran Saksi Yehuwa
Ajaran
Saksi Yehuwa tentang transfusi darah yang didasarkan pada Alkitab yaitu tentang
larangan makan darah. Kemudian mereka menafsirkan kata makan darah
sama dengan mentransfusikan darah yang tidak diperbolehkan mendonor atau pun menerima
transfusi darah. Jutaan Saksi Yehuwa hanya menerima, taat dan tunduk dengan tafsiran tersebut karena kehendak Allah sama dengan kehendak budak. Golongan hamba meminta ini dan
itu, tentunya disertai ayat-ayat Alkitab yang ditafsirkan entah sesuai
dengan konteksnya atau tidak. Tafsiran itu tidak boleh dipertanyakan hanya boleh dituruti dan ditaati. Jika
tidak dituruti, akan ada suatu konsekuensi atau intimidasi yang akan menimpanya
secara kelompok, misalnya pengucilan dan pemecatan artinya orang yang dikucilkan
atau dipecat tidak diperbolehkan berhubungan lagi dengan seluruh teman dan
kerabat keluarganya.
Ciri dari organisasi kultus adalah kepemimpinannya bersifat otoriter; keinginannya harus dipenuhi
dan ayat-ayat Alkitab digunakan sebagai pembenarannya.
2.5 Proses Internalisasi Doktrin Absolute Kultus
Setiap
Saksi Yehuwa pasti akan beroleh proses internalisasi doktrin absolute, salah
satunya, melalui metode psikoanalisis sebagai sebuah kebenaran yang mutlak
karena diklaim mampu menjawab setiap permasalahan yang ada di dunia ini. Karena
proses internalisasi doktrin tersebut menjadikan anggota
kultus memiliki pola pikir dikotomi secara ekstrem sehingga ia hanya
mampu melihat dunia ini dalam 2 buah warna yaitu “hitam vs putih”, “kita vs
mereka” di mana yang baik, suci, dan benar adalah doktrin grupnya sedangkan di
luar grupnya semuanya jahat, najis/kafir dan sesat.
Pada
tingkat yang ekstrem, proses internalisasi akan membuat seorang Saksi merasa dirinya
sebagai orang yang spesial atau bersifat elitis. Ia merasa sebagai satu-satunya
kelompok umat Allah, memiliki pengetahuan yang tidak dimiliki kelompok lain,
menganggap rendah kelompok lain dan lain-lain sifat elitis. Intinya semangat
elitisme terbangun dan dipupuk subur untuk mencapai suatu fanatisme buta.
Misalnya, setiap Saksi merasa bahwa hanya Saksi-Saksi Yehuwa merupakan agama
dan Kristen sejati sedangkan lainnya sesat dan palsu.
2.6
Analisis
Proses internalisasi dalam ajaran Saksi Yehuwa ini
adalah tindakan mereka sangat menyimpang. Jika tidak dituruti, akan ada suatu konsekuensi atau
intimidasi yang akan menimpanya secara kelompok, misalnya pengucilan dan pemecatan artinya orang yang dikucilkan
atau dipecat tidak diperbolehkan berhubungan lagi dengan seluruh teman dan
kerabat keluarganya.
Proses obyektivitas yang terjadi dalam ajaran ini
terlihat pada beberapa ajarannya yang menyimpang salah satunya adalah Saksi
Yehuwa kelahiran Kristus ke dalam dunia tidak menebus dosa manusia karena kematian manusia telah
membebaskannya dari dosa-dosanya sendiri. Semua bentuk ajarannya yang dianggap
dan dinilai menyimpang oleh sebagian umat Kristen yang sah ternyata membuat
kekokohan terhadap kaum saksi yehua.
Contoh: Tidak dianjurkan merayakan
Natal,sebab Yesus pada saat dilahirkan jaman dahulu tidak di gelar akan adanya
perayaan sedikit pun.
Tidak dianjurkan merayakan paskah
karena dalam al-kitab sama sekali tidak ada perintah untuk dilakukannya sebuah
perayaan di bumi ini.
Dalam ajaran pemahaman al-kitab para
penganut Saksi Yehuwa ini tidak mentolelir adanya perkembangan zaman yang
nantinya dapat sinkron antara lingkungan realita social dengan isi ajaran
alkitab itu seperti apa.
Proses eksternalisasi Oleh karena itau, mau tidak mau dan suka atau tidak
suka, seorang Saksi taat mengikuti arahan. Sebenarnya ciri dari organisasi
kultus adalah kepemimpinannya bersifat otoriter; keinginannya harus
dipenuhi dan ayat-ayat Alkitab digunakan sebagai pembenarannya.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Beberapa
doktrin Protestan yang dianut oleh Saksi Yehova adalah: penolakan terhadap
beberapa pengajaran Katolik, seperti Sakramen Ekaristi, Sakramen Tobat, Api
Penyucian, Perantaraan Para Kudus, dll. Inti dari ajaran Saksi Yehuwa yang utama dan terpenting bahwa
ajaran Saksi Yehuwa hanyalah sebuah kultus dan bidat. Ajaran Saksi Yehuwa
adalah bidat karena banyak konsep ajaran organisasi yang tidak
berdasarkan pada
Alkitab kecuali spekulasi liar berdasarkan ilmu cocok-logi yaitu mencocokkan ayat-ayat Alkitab untuk
menghasilkan suatu kesimpulan yang diyakini kebenarannya. Kesesatan doktrin Saksi Yehuwa
diantaranya, adanya ajaran yang
berubah-ubah, konsep hamba atau budak setia dan
bijaksana, doktrin keselamatan, penebusan dosa manusia,
dan berita injil saksi yehuwa.
Saksi yehuwa telah
menafsirkan Alkitab berdasarkan atas pemahaman dari dirinya, mereka tidak menerima ajaran baru yang dianggapnya menyimpang dengan ajaran yang
mereka anut. Padahal belum tentu ajaran atau hal yang baru dapat
menjerumuskannya ke dalam hal-hal yang dapat menyesatkannya. Apa yang diyakini oleh seorang Saksi Yehuwa
adalah tafsiran badan pimpinan Saksi
Yehuwa terhadap Alkitab, bukan apa yang dinyatakan Alkitab sehingga apapun
perdebatannya tidak akan ada penyelesaian yang memuaskan. Misal pada kasus mereka tidak dianjurkan merayakan Natal, sebab jaman Yesus dahulu tidak ada
perayaan Natal sedikit pun.
Dalam
ajaran pemahaman al-kitab para penganut Saksi Yehuwa tidak mau mentolelir adanya perkembangan
zaman yang ada saat ini. Para penganut Saksi Yehuwa tidak mau
merayakan Natal
seperti pada umumnya kaum Kristen, karena
apabila mereka ikut merayakan Natal maka dianggap telah melakukan hal yang
menyimpang dari ajaran Saksi Yehuwa.
DAFTAR PUSTAKA
http://saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com/2014/05/membongkar-inti-agama-saksi-yehuwa-kristen-sejati-sesat-kultus.html#more
(Diakses pada Selasa 10
Juni 2014 19:26:27)
http://novsupriyanto93.wordpress.com/2013/08/16/bahaya-saksi-yehova-yehuwa/
(Diakses pada Selasa 10 Juni 2014 19:33:27)
http://saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com/2014/05/membongkar-inti-agama-saksi-yehuwa-kristen-sejati-sesat-kultus.html#more
(Diakses pada Selasa 10 Juni 2014 19:36:56)

LAMPIRAN
|
|
|||||||||
|
|
|||||||||
|
||||||||||
|
||||||||||

|



0 komentar: