Saksi Yehuwa itu



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pada konteks Indonesia saa ini yang memasuki alam reformasi dan keterbukaan dan dengan adanya kemajuan media internet, maka interaksi dengan Saksi-Saksi Yehuwa tidak lagi terhindarkan. Pelarangan secara resmi tidak menjamin hilangnya para penganut Saksi Yehuwa dan usaha mereka dalam menyiarkan agama itu apalagi setelah sekarang diizinkan kembali beroperasi secara resmi. Karena itu, yang diperlukan bagi umat Kristen adalah kesiapan mereka dalam bersenjatakan senjata-senjata rohani dan mengetahui bagaimana cara-cara para Saksi Yehuwa dalam mendekati seseorang.
Bila seseorang tertarik, mereka diajak untuk mengikuti 'Persekutuan Wilayah' dan bila makin teruji kesetiannya, mereka diajak bergabung dalam 'Balai Kerajaan'. Disini dengan pertemuan-pertemuan marathon beberapa kali seminggu, mereka dipersiapkan sebagai Saksi-Saksi Yehuwa yang dewasa dan siap untuk mendidik orang lain pula. Dapat dimaklumi mengapa para Saksi Yehuwa bersikap militan yaitu karena diberi peran yang besar sesuai dengan harga diri masing-masing. Bila dalam Balai Kerajaan mereka sudah teruji kesetiaannya barulah mereka dibaptis dengan cara diselam dan pada taraf ini mereka sudah tidak lagi bisa diubah pandangan imannya. Pada makalah ini akan dipaarkan  mengenai apa sebenarnya Saksi-saksi Yehuwa, yang menarik untuk diteliti karena masih sedikit yang mengetahui dan memahami terdapat bagian ajaran Kristen Protestan baru yang berkembang di Indonesia.
1.2  Tujuan dan Manfaat
·         Mengidentifikasi ajaran saksi yehuwa serta apa saja pengaruh yang diberikan sehingga dianggap menyimpang?
·         Mendeskripsikan ajaran saksi yehuwa berdasarkan kitab yang dianut agama kristen?
·         Merumuskan secara singkat namun mencakup keseluruhan permasalahan sehingga ajaran ini dianggap menyalahi aturan Al-Kitab.
1.3  Rumusan Masalah
·         Apa yang dimaksud dengan ajaran saksi yehuwa?
·         Bagaimana ritus-ritus yang dilakukan sehingga dianggap menyimpang?
·         Siapakah pencetus peratama ajaran saksi yehuwa?
·         Mengapa ajaran tersebut dianggap menyakahi aturan agama kristen yang ada?
1.4  Metodologi Penelitian
Studi dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data kualitatif dengan melihat atau menganalisis dokumen-dokumen yang dibuat oleh subjek sendiri atau oleh orang lain tentang subjek. Sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk surat-surat, catatan harian, cenderamata, laporan, artefak, foto, dan sebagainya. Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi di waktu silam. Secara detail bahan dokumenter terbagi beberapa macam, yaitu otobiografi, surat-surat pribadi, buku atau catatan harian, memorial, klipping, dokumen pemerintah atau swasta, data di server dan flashdisk, data tersimpan di website, dan lain-lain. Pada penelitian ini dilakukan studi dokumenter dengan mengumpulkan data yang terkait dengan tema penelitian yakni Aliran Saksi Yehuwa pada agama Protestan.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Deskripsi Ajaran Saksi Yehuwa
Saksi-Saksi Yehuwa merupakan sebuah saksi yang dianggap menyimpang dari agama kristen, milenarian, restorasionis yang dahulu bernama Siswa-Siswa Alkitab. Agama ini diorganisasi secara internasional, lebih dikenal di dunia Barat sebagai  Jehovah's Witnesses atau Jehovas Zeugen. Saksi-Saksi Yehuwa sendiri bukanlah suatu sekte, mereka tidak pernah memisahkan diri dari gereja atau kelompok besar manapun. Wewenang tertinggi kehidupan mereka berdasarkan hukum-hukum dan prinsip-prinsip dari Kitab Suci atau Alkitab.
Berikut adalah tokoh-tokoh pencetus Ajaran Saksi Yehuwa :
  1. Charles Taze Russell
Organisasi ini dimulai oleh Charles Taze Russell, sebagai presiden pertama, dengan Siswa-Siswa Alkitab-nya yang mengaku sebagai juru bicara Allah dan penggenapan perumpamaan hamba setia dan bijaksana di Mat. 24:45-47 atas Russell sehingga para pengikutnya mengultuskan atau memujanya. Tentunya pengultusan ini ditutup-tutupi dengan cara mendustai pembacanya oleh organisasi Saksi Yehuwa.
2. Joseph Franklin Rutherford
Presiden kedua adalah Joseph Franklin Rutherford. Di bawah kepemimpinan Rutherford doktrin Russell dan segi organisasional mengalami perubahan total. Misalnya dalam hal doktrin perhitungan kronologi waktu berdasarkan Piramida Gizeh dicap sebagai ajaran dari Setan sendiri, kehadiran Kristus secara tidak terlihat di rubah dari 1874 menjadi 1914, pembagian 2 golongan yaitu 144,000 orang yang dikenal sebagai “kaum terurap” akan hidup di surga memerintah bersama Kristus dan jutaan anggota lainnya disebut “kawanan besar” hidup di bumi firdaus dan nama Saksi-Saksi Yehuwa juga dicetuskan oleh Rutherford.
3. Nathan H. Knorr
Presiden ke-3 adalah Nathan Knorr yang dikenal sebagai seorang organisator ulung. Di bawah kepemimpinannya para Saksi Yehuwa mendapatkan pelatihan yang luar biasa yang masih dapat kita lihat dampaknya sampai saat ini yaitu hafal ayat-ayat Alkitab dan mahir bolak-balik Alkitab.  Sebenarnya program pelatihan para Saksi Yehuwa bukanlah proses mempelajari Alkitab melainkan proses internalisasi absolute doktrin.

2.2  Inti Dasar Ajaran Saksi Yehuwa
Ajaran Saksi Yehuwa tampak tidak penting dan kerap tidak dipahami banyak orang, namun pada kenyataannya, inti ajaran inilah yang membuktikan bahwa ajaran Saksi Yehuwa hanyalah sebuah kultus dan bidat. Tuhan Yesus mengutuk para penyesat dengan berkata,Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini” (Luk. 17:1-2).
Berikut deskripsi tentang penyimpangan ajaran ini :
·         Ketuhanan
Saksi Yehuwa menolak istilah Tritunggal dan menolak kesetaraan Bapa, Anak, Roh Kudus sebagai personifikasi Allah, Firman dan Roh-Nya. Tritunggal tidak dikenal sepanjang zaman Alkitab dan selama beberapa abad setelahnya
·         Kristologi
Sekalipun Yesus mendapat tempat terhormat dalam pengajaran Saksi Yehuwa dan menjalankan fungsi penebusan yang menyediakan kehidupan kekal, namun kedudukan Yesus hanyalah mahluk ciptaan pertama yang keberadaannya sudah terlebih dahulu ada sebelum langit dan bumi ada dan setara dengan malaikat ciptaan Allah. Dalam derajat tertentu, Yesus disetarakan dengan Hikmat dalam Kitab Amsal.
 “Alkitab mengajarkan bahwa Yesus hidup di surga sebelum ia datang ke bumi. Mikha menubuatkan bahwa Mesias akan lahir di Betlehem dan bahwa ia sudah ada ‘sejak purbakala’ (Mik 5:2) Yesus sendiri beberapa kali mengatakan bahwa sebelum lahir sebagai manusia, ia hidup di surga (Yoh 3:13; 6:38,62; 17:4-5).

·         Pneumatologi
Saksi Yehuwa meyakini Roh Kudus bukanlah Roh Tuhan melainkan hanya sekedar kekuatan. Roh Kudus yang digunakan dalam Alkitab menyatakan bahwa ini adalah suatu kekuatan atau tenaga yang dikendalikan yang digunakan oleh (Tuhan) Yehuwa untuk melaksanakan berbagai maksud dan tujuan-Nya. Sampai taraf tertentu, ini dapat disamakan dengan listrik, tenaga yang dapat digunakan untuk melakukan beragam fungsI. Kata Yunani untuk ‘Roh’ ialah berjenis netral.
·         Kematian
Saksi Yehuwa mempercayai bahwa kematian setara dengan tidur panjang tanpa aktivitas dan tanpa sebuah kesadaran di dalamnnya.
Seperti dikatakan Alkitab: “Orang yang mati itu tidak tahu apa-apa”. “Orang yang mati itu…tidak sadar akan apapun” (Pengkh 9:5, terjemahan New World Translation). Akan tetapi, orang yang hidup dapat dibangunkan dari tidur nyenyak. Jadi Yesus ingin menunjukkan bahwa, melalui kuasa (Tuhan) yang diberikan kepadanya, Lazarus, sahabatnya dapat dibangunkan dari kematian. Apabila seseorang tidur nyenyak, ia tidak ingat apa-apa. Demikian pula halnya orang mati. Mereka tidak mempunyai perasaan sama sekali. Mereka tidak ada lagi”.
·         Kebangkitan dari Kematian
Saksi Yehuwa mengakui adanya kebangkitan orang mati namun bukan kebangkitan di alam roh melainkan kebangkitan di dunia ini layaknya orang bangun dari tidur panjangnya. Saksi Yehuwa membagi kebangkitan menjadi dua bagian, kebangkitan pertama dimana orang yang turut ambil bagian dalam kebangkitan pertama ini hidup di Surga sementara kebangkitan kedua bagi mereka yang ditentukan untuk hidup di dunia yang sudah diperbarui ini.
·         Mengenai Neraka & Surga
Saksi Yehuwa menolak keberadaan neraka karena Yehuwa yang pada dasarnya Kasih tidak mungkin menyediakan tempat sejahat itu. Saksi Yehuwa melakukan penafsiran simbolis terhadap kata Ibrani “Sheol” atau kata Yunani “Hades” dan kata Ibrani “Gehinom” atau kata Yunani “Gehenna” sebagai tempat kuburan dan tempat pembakaran di Yerusalem timur.
·         Hermeneutik Saksi Yehuwa
Hermeneutik adalah “suatu bagian teologi yang bersifat ilmiah dan seni yang memperhatikan hukum tertentu bahkan melibatkan diri penafsir sepenuhnya dengan tujuan mencari maksud yang ingin disampaikan oleh penulis Alkitab”. Namun Saksi Yehuwa tidak menggunakan kaidah hermeneutik yang lazimnya dipergunakan di sekolah-sekolah teologia. Mereka memiliki kaidah penafsiran sendiri yang lebih menekankan aspek simbolis (lambang). Untuk menafsirkan lambang-lambang yang sulit mereka biasanya memiliki kelompok penafsir yang dijuluki “hamba yang setia dan bijaksana” (faithfull and discreet slave class).
·         Metode Pengajaran Saksi Yehuwa
Apa yang disebut “metode” tidak lebih dari sebuah “pelajaran buku” atau “indoktrinasi” bahkan “cuci otak”. Mereka biasanya membacakan keras-keras materi dalam buku terbitan Saksi Yehuwa dan diadakan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sudah tersedia dalam buku panduan tersebut. Kevin R. Quick seorang mantan Saksi Yehuwa yang sudah berpaling pada Yesus Sang Mesias memberikan kesaksiannya sbb: “Saya sering heran mengapa kami memakai metode semacam itu. ‘Kalau apa yang kami pelajari adalah suatu kebenaran’, pikir saya, ‘mengapa harus cuci otak seperti ini? Mengapa tidak berdiskusi saja secara terbuka? Mengapa mengulang-ulang penyajian yang sama, pengajaran yang sama tentang tema yang sama pula?’ Saya lalu berkesimpulan bahwa karena sebagian besar Saksi Yehuwa tidak tinggi pendidikannya, rupanya itulah satu-satunya cara belajar yang efektif bagi mereka”
·         Terjemahan Kitab Suci Saksi Yehuwa
Kelompok Saksi Yehuwa atau Wacth Tower menjunjung tinggi kitab suci terjemahan mereka sendiri dan merendahkan terjemahan lainnya. Pada mulanya mereka menerjemahkan kitab suci dan menerbitkannya dengan nama The New Translation of the Christian Greek Scriptures diterbitkan oleh New World Translation Commiittee pada tahun 1950. Kemudian disusul dengan The New World Translation of the Hebrew Aramaic Scriptures dalam lima jilid.

2.3  Ajaran Bidat
Ajaran Saksi Yehuwa adalah bidat karena banyak konsep ajaran organisasi tidak berdasarkan Alkitab kecuali spekulasi liar berdasarkan ilmu cocok-logi yaitu mencocokkan ayat-ayat Alkitab untuk menghasilkan suatu kesimpulan yang diyakini kebenarannya. Ajaran Saksi tidaklah Alkitabiah karena jika seseorang belajar Alkitab tanpa seorang pemandu mustahil dapat mencapai suatu kesimpulan seperti yang diajarkan oleh para Saksi. Misalnya saja tentang keyakinan Yesus sudah hadir secara tidak terlihat dan ditakhtakan menjadi raja tahun 1914. Tidak ada seorang pun yang hanya membaca Alkitab dapat menyimpulkan ajaran ini karena Saksi Yehuwa menghitung tahun-tahun yang ada di Alkitab seperti menghitung kode togel (toto gelap). Berikut adalah fakta-fakta kesesatan doktrin Saksi Yehuwa.
1. Ajaran Yang Berubah-ubah
Salah satu ajaran Saksi Yehuwa yang menggelikan dan menjadi tidak masuk akal adalah pengajaran yang berubah-ubah disebut terang baru atau bersifat progresif. Bagi Saksi Yehuwa ajaran yang berubah-ubah ini merupakan bukti bahwa Allah mengarahkan organisasinya. Misalnya saja tentang ajaran Yesus adalah malaikat Mikhael yang diyakini oleh Saksi dewasa ini. Padahal dulu Charles Russell, pendiri saksi Yehuwa ini mengajarkan bahwa Yesus bukan malaikat Mikhael. Akibat ajaran terang baru atau bersifat progresif yang berubah-ubah dapat membawa penderitaan, bahkan membahayakan kehidupan dan nyawa para Saksi Yehuwa yang mengikutinya.

2. Konsep Hamba atau Budak Setia Dan Bijaksana
Ajaran bidat lainnya adalah tentang konsep Hamba atau budak setia dan bijaksana yaitu keyakinan kepada sekelompok orang yang berhak menafsirkan Alkitab bagi para Saksi Yehuwa sebagai makanan rohani yang wajib ditaati dan tidak boleh dipertanyakan keabsahannya karena diyakini bersumber ilahi. Mempertanyakannya tafsiran ataupun otoritas golongan budak dianggap sama dengan mempertanyakan otoritas Allah sendiri. Bagi seorang Saksi Yehuwa, berhubungan dan menyenangkan hati golongan “Hamba” sangat menentukan kesehatan rohani dan hubungan baiknya dengan Allah.
3. Doktrin Keselamatan
Doktrin keselamatan merupakan hal yang paling penting bagi umat Kristen.karena kasih Allah akan dunia inilah, maka Bapa mengirim Anak-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan   manusia (Yoh. 3:16). Alkitab mengajarkan hanya melalui percaya kepada Kristus saja manusia dapat beroleh selamat (Kis. 16:29-31). Jadi doktrin Kristen jelas mengajarkan bahwa keselamatan hanya dapat diperoleh melalui anugerah oleh iman kepada Yesus.
Saksi Yehuwa mengajarkan bahwa keselamatan seorang dapat diperoleh pertama melalui bergabung dan menjadi bagian dari organisasi Saksi Yehuwa sehingga organisasi ini sebenarnya merupakan tempat pemujaan berhala bagi setiap Saksi. Kedua, organisasi mengajarkan bahwa “bila kita [saksi yehuwa] bertekun memberitakan ”Injil Kerajaan” ini, keselamatan dapat kita peroleh” (w81 No. 31 hlm. 13 par. 4). Ini merupakan ajaran perbuatan baik menghasilkan keselamatan. Oleh karena itu disadari atau tidak oleh Saksi Yehuwa alasan mereka berkeliling dari rumah ke rumah untuk beroleh keselamatan.
4. Penebusan Dosa manusia
Tujuan utama kelahiran Kristus ke dalam dunia ini adalah untuk menyelamatkan (baca menebus) manusia dari dosa-dosa Anda dan saya (Mat. 1:21). Tetapi ajaran Saksi Yehuwa tidaklah demikian. Bagi Saksi Yehuwa kelahiran Kristus ke dalam dunia tidak menebus dosa manusia karena kematian manusia telah membebaskannya dari dosa-dosanya sendiri.
5. Berita Injil Saksi Yehuwa
Setiap Saksi bangga dengan pengabaran yang dilakukannya dari rumah ke rumah yang katanya sesuai dengan perintah Yesus Kristus. Namun jika ditelaah dari sisi lain ajaran yang dikabarkan di tiap rumah belum tentu sama dengan yang ada dalam kitab injil.
2.4  Kultus Ajaran  Saksi Yehuwa
Ajaran Saksi Yehuwa tentang transfusi darah yang didasarkan pada Alkitab yaitu tentang larangan makan darah. Kemudian mereka menafsirkan kata makan darah sama dengan mentransfusikan darah yang tidak diperbolehkan mendonor atau pun menerima transfusi darah. Jutaan Saksi Yehuwa hanya menerima, taat dan tunduk dengan tafsiran tersebut karena kehendak Allah sama dengan kehendak budak. Golongan hamba meminta ini dan itu, tentunya disertai ayat-ayat Alkitab yang ditafsirkan entah sesuai dengan konteksnya atau tidak. Tafsiran itu tidak boleh dipertanyakan hanya boleh dituruti dan ditaati. Jika tidak dituruti, akan ada suatu konsekuensi atau intimidasi yang akan menimpanya secara kelompok, misalnya pengucilan dan pemecatan artinya orang yang dikucilkan atau dipecat tidak diperbolehkan berhubungan lagi dengan seluruh teman dan kerabat keluarganya.
Ciri dari organisasi kultus adalah kepemimpinannya bersifat otoriter; keinginannya harus dipenuhi dan ayat-ayat Alkitab digunakan sebagai pembenarannya.
2.5 Proses Internalisasi Doktrin Absolute Kultus
Setiap Saksi Yehuwa pasti akan beroleh proses internalisasi doktrin absolute, salah satunya, melalui metode psikoanalisis sebagai sebuah kebenaran yang mutlak karena diklaim mampu menjawab setiap permasalahan yang ada di dunia ini. Karena proses internalisasi doktrin tersebut menjadikan anggota kultus memiliki pola pikir dikotomi secara ekstrem sehingga ia hanya mampu melihat dunia ini dalam 2 buah warna yaitu “hitam vs putih”, “kita vs mereka” di mana yang baik, suci, dan benar adalah doktrin grupnya sedangkan di luar grupnya semuanya jahat, najis/kafir dan sesat.
Pada tingkat yang ekstrem, proses internalisasi akan membuat seorang Saksi merasa dirinya sebagai orang yang spesial atau bersifat elitis. Ia merasa sebagai satu-satunya kelompok umat Allah, memiliki pengetahuan yang tidak dimiliki kelompok lain, menganggap rendah kelompok lain dan lain-lain sifat elitis. Intinya semangat elitisme terbangun dan dipupuk subur untuk mencapai suatu fanatisme buta. Misalnya, setiap Saksi merasa bahwa hanya Saksi-Saksi Yehuwa merupakan agama dan Kristen sejati sedangkan lainnya sesat dan palsu.
2.6  Analisis
Proses internalisasi dalam ajaran Saksi Yehuwa ini adalah tindakan mereka sangat menyimpang. Jika tidak dituruti, akan ada suatu konsekuensi atau intimidasi yang akan menimpanya secara kelompok, misalnya pengucilan dan pemecatan artinya orang yang dikucilkan atau dipecat tidak diperbolehkan berhubungan lagi dengan seluruh teman dan kerabat keluarganya.
Proses obyektivitas yang terjadi dalam ajaran ini terlihat pada beberapa ajarannya yang menyimpang salah satunya adalah Saksi Yehuwa kelahiran Kristus ke dalam dunia tidak menebus dosa manusia karena kematian manusia telah membebaskannya dari dosa-dosanya sendiri. Semua bentuk ajarannya yang dianggap dan dinilai menyimpang oleh sebagian umat Kristen yang sah ternyata membuat kekokohan terhadap kaum saksi yehua.
Contoh: Tidak dianjurkan merayakan Natal,sebab Yesus pada saat dilahirkan jaman dahulu tidak di gelar akan adanya perayaan sedikit pun.
Tidak dianjurkan merayakan paskah karena dalam al-kitab sama sekali tidak ada perintah untuk dilakukannya sebuah perayaan di bumi ini.
Dalam ajaran pemahaman al-kitab para penganut Saksi Yehuwa ini tidak mentolelir adanya perkembangan zaman yang nantinya dapat sinkron antara lingkungan realita social dengan isi ajaran alkitab itu seperti apa.
Proses eksternalisasi Oleh karena itau, mau tidak mau dan suka atau tidak suka, seorang Saksi taat mengikuti arahan. Sebenarnya ciri dari organisasi kultus adalah kepemimpinannya bersifat otoriter; keinginannya harus dipenuhi dan ayat-ayat Alkitab digunakan sebagai pembenarannya.


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
            Beberapa doktrin Protestan yang dianut oleh Saksi Yehova adalah: penolakan terhadap beberapa pengajaran Katolik, seperti Sakramen Ekaristi, Sakramen Tobat, Api Penyucian, Perantaraan Para Kudus, dll. Inti dari ajaran Saksi Yehuwa yang utama dan terpenting bahwa ajaran Saksi Yehuwa hanyalah sebuah kultus dan bidat. Ajaran Saksi Yehuwa adalah bidat karena banyak konsep ajaran organisasi yang tidak berdasarkan pada Alkitab kecuali spekulasi liar berdasarkan ilmu cocok-logi yaitu mencocokkan ayat-ayat Alkitab untuk menghasilkan suatu kesimpulan yang diyakini kebenarannya. Kesesatan doktrin Saksi Yehuwa diantaranya, adanya ajaran yang berubah-ubah, konsep hamba atau budak setia dan bijaksana, doktrin keselamatan, penebusan dosa manusia, dan berita injil saksi yehuwa.
            Saksi yehuwa telah menafsirkan Alkitab berdasarkan atas pemahaman dari dirinya, mereka tidak menerima ajaran baru yang dianggapnya menyimpang dengan ajaran yang mereka anut. Padahal belum tentu ajaran atau hal yang baru dapat menjerumuskannya ke dalam hal-hal yang dapat menyesatkannya. Apa yang diyakini oleh seorang Saksi Yehuwa adalah tafsiran badan pimpinan Saksi Yehuwa terhadap Alkitab, bukan apa yang dinyatakan Alkitab sehingga apapun perdebatannya tidak akan ada penyelesaian yang memuaskan. Misal pada kasus mereka tidak dianjurkan merayakan Natal, sebab jaman Yesus dahulu tidak ada perayaan Natal sedikit pun.
Dalam ajaran pemahaman al-kitab para penganut Saksi Yehuwa tidak mau mentolelir adanya perkembangan zaman yang ada saat ini. Para penganut Saksi Yehuwa tidak mau merayakan Natal seperti pada umumnya kaum Kristen, karena apabila mereka ikut merayakan Natal maka dianggap telah melakukan hal yang menyimpang dari ajaran Saksi Yehuwa.

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Saksi-Saksi_Yehuwa (Diakses pada Selasa 10 Juni 2014 19:32:28)

LAMPIRAN











Gambar 1
 

Gambar 2
 


Gambar 3
 

Gambar 4
 



Gambar 5
 



Gambar 3, 4, dan 5  Menunjukkan para penganut Saksi-saksi Yehuwa menjalankan ibadah
 


Gambar1 dan 2 Menunjukkan adanya salah satu Balai Kerajaan para penganut Saksi-Saki Yehuwa
 

0 komentar:

Posting Komentar

Saksi Yehuwa itu



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pada konteks Indonesia saa ini yang memasuki alam reformasi dan keterbukaan dan dengan adanya kemajuan media internet, maka interaksi dengan Saksi-Saksi Yehuwa tidak lagi terhindarkan. Pelarangan secara resmi tidak menjamin hilangnya para penganut Saksi Yehuwa dan usaha mereka dalam menyiarkan agama itu apalagi setelah sekarang diizinkan kembali beroperasi secara resmi. Karena itu, yang diperlukan bagi umat Kristen adalah kesiapan mereka dalam bersenjatakan senjata-senjata rohani dan mengetahui bagaimana cara-cara para Saksi Yehuwa dalam mendekati seseorang.
Bila seseorang tertarik, mereka diajak untuk mengikuti 'Persekutuan Wilayah' dan bila makin teruji kesetiannya, mereka diajak bergabung dalam 'Balai Kerajaan'. Disini dengan pertemuan-pertemuan marathon beberapa kali seminggu, mereka dipersiapkan sebagai Saksi-Saksi Yehuwa yang dewasa dan siap untuk mendidik orang lain pula. Dapat dimaklumi mengapa para Saksi Yehuwa bersikap militan yaitu karena diberi peran yang besar sesuai dengan harga diri masing-masing. Bila dalam Balai Kerajaan mereka sudah teruji kesetiaannya barulah mereka dibaptis dengan cara diselam dan pada taraf ini mereka sudah tidak lagi bisa diubah pandangan imannya. Pada makalah ini akan dipaarkan  mengenai apa sebenarnya Saksi-saksi Yehuwa, yang menarik untuk diteliti karena masih sedikit yang mengetahui dan memahami terdapat bagian ajaran Kristen Protestan baru yang berkembang di Indonesia.
1.2  Tujuan dan Manfaat
·         Mengidentifikasi ajaran saksi yehuwa serta apa saja pengaruh yang diberikan sehingga dianggap menyimpang?
·         Mendeskripsikan ajaran saksi yehuwa berdasarkan kitab yang dianut agama kristen?
·         Merumuskan secara singkat namun mencakup keseluruhan permasalahan sehingga ajaran ini dianggap menyalahi aturan Al-Kitab.
1.3  Rumusan Masalah
·         Apa yang dimaksud dengan ajaran saksi yehuwa?
·         Bagaimana ritus-ritus yang dilakukan sehingga dianggap menyimpang?
·         Siapakah pencetus peratama ajaran saksi yehuwa?
·         Mengapa ajaran tersebut dianggap menyakahi aturan agama kristen yang ada?
1.4  Metodologi Penelitian
Studi dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data kualitatif dengan melihat atau menganalisis dokumen-dokumen yang dibuat oleh subjek sendiri atau oleh orang lain tentang subjek. Sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk surat-surat, catatan harian, cenderamata, laporan, artefak, foto, dan sebagainya. Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi di waktu silam. Secara detail bahan dokumenter terbagi beberapa macam, yaitu otobiografi, surat-surat pribadi, buku atau catatan harian, memorial, klipping, dokumen pemerintah atau swasta, data di server dan flashdisk, data tersimpan di website, dan lain-lain. Pada penelitian ini dilakukan studi dokumenter dengan mengumpulkan data yang terkait dengan tema penelitian yakni Aliran Saksi Yehuwa pada agama Protestan.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Deskripsi Ajaran Saksi Yehuwa
Saksi-Saksi Yehuwa merupakan sebuah saksi yang dianggap menyimpang dari agama kristen, milenarian, restorasionis yang dahulu bernama Siswa-Siswa Alkitab. Agama ini diorganisasi secara internasional, lebih dikenal di dunia Barat sebagai  Jehovah's Witnesses atau Jehovas Zeugen. Saksi-Saksi Yehuwa sendiri bukanlah suatu sekte, mereka tidak pernah memisahkan diri dari gereja atau kelompok besar manapun. Wewenang tertinggi kehidupan mereka berdasarkan hukum-hukum dan prinsip-prinsip dari Kitab Suci atau Alkitab.
Berikut adalah tokoh-tokoh pencetus Ajaran Saksi Yehuwa :
  1. Charles Taze Russell
Organisasi ini dimulai oleh Charles Taze Russell, sebagai presiden pertama, dengan Siswa-Siswa Alkitab-nya yang mengaku sebagai juru bicara Allah dan penggenapan perumpamaan hamba setia dan bijaksana di Mat. 24:45-47 atas Russell sehingga para pengikutnya mengultuskan atau memujanya. Tentunya pengultusan ini ditutup-tutupi dengan cara mendustai pembacanya oleh organisasi Saksi Yehuwa.
2. Joseph Franklin Rutherford
Presiden kedua adalah Joseph Franklin Rutherford. Di bawah kepemimpinan Rutherford doktrin Russell dan segi organisasional mengalami perubahan total. Misalnya dalam hal doktrin perhitungan kronologi waktu berdasarkan Piramida Gizeh dicap sebagai ajaran dari Setan sendiri, kehadiran Kristus secara tidak terlihat di rubah dari 1874 menjadi 1914, pembagian 2 golongan yaitu 144,000 orang yang dikenal sebagai “kaum terurap” akan hidup di surga memerintah bersama Kristus dan jutaan anggota lainnya disebut “kawanan besar” hidup di bumi firdaus dan nama Saksi-Saksi Yehuwa juga dicetuskan oleh Rutherford.
3. Nathan H. Knorr
Presiden ke-3 adalah Nathan Knorr yang dikenal sebagai seorang organisator ulung. Di bawah kepemimpinannya para Saksi Yehuwa mendapatkan pelatihan yang luar biasa yang masih dapat kita lihat dampaknya sampai saat ini yaitu hafal ayat-ayat Alkitab dan mahir bolak-balik Alkitab.  Sebenarnya program pelatihan para Saksi Yehuwa bukanlah proses mempelajari Alkitab melainkan proses internalisasi absolute doktrin.

2.2  Inti Dasar Ajaran Saksi Yehuwa
Ajaran Saksi Yehuwa tampak tidak penting dan kerap tidak dipahami banyak orang, namun pada kenyataannya, inti ajaran inilah yang membuktikan bahwa ajaran Saksi Yehuwa hanyalah sebuah kultus dan bidat. Tuhan Yesus mengutuk para penyesat dengan berkata,Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini” (Luk. 17:1-2).
Berikut deskripsi tentang penyimpangan ajaran ini :
·         Ketuhanan
Saksi Yehuwa menolak istilah Tritunggal dan menolak kesetaraan Bapa, Anak, Roh Kudus sebagai personifikasi Allah, Firman dan Roh-Nya. Tritunggal tidak dikenal sepanjang zaman Alkitab dan selama beberapa abad setelahnya
·         Kristologi
Sekalipun Yesus mendapat tempat terhormat dalam pengajaran Saksi Yehuwa dan menjalankan fungsi penebusan yang menyediakan kehidupan kekal, namun kedudukan Yesus hanyalah mahluk ciptaan pertama yang keberadaannya sudah terlebih dahulu ada sebelum langit dan bumi ada dan setara dengan malaikat ciptaan Allah. Dalam derajat tertentu, Yesus disetarakan dengan Hikmat dalam Kitab Amsal.
 “Alkitab mengajarkan bahwa Yesus hidup di surga sebelum ia datang ke bumi. Mikha menubuatkan bahwa Mesias akan lahir di Betlehem dan bahwa ia sudah ada ‘sejak purbakala’ (Mik 5:2) Yesus sendiri beberapa kali mengatakan bahwa sebelum lahir sebagai manusia, ia hidup di surga (Yoh 3:13; 6:38,62; 17:4-5).

·         Pneumatologi
Saksi Yehuwa meyakini Roh Kudus bukanlah Roh Tuhan melainkan hanya sekedar kekuatan. Roh Kudus yang digunakan dalam Alkitab menyatakan bahwa ini adalah suatu kekuatan atau tenaga yang dikendalikan yang digunakan oleh (Tuhan) Yehuwa untuk melaksanakan berbagai maksud dan tujuan-Nya. Sampai taraf tertentu, ini dapat disamakan dengan listrik, tenaga yang dapat digunakan untuk melakukan beragam fungsI. Kata Yunani untuk ‘Roh’ ialah berjenis netral.
·         Kematian
Saksi Yehuwa mempercayai bahwa kematian setara dengan tidur panjang tanpa aktivitas dan tanpa sebuah kesadaran di dalamnnya.
Seperti dikatakan Alkitab: “Orang yang mati itu tidak tahu apa-apa”. “Orang yang mati itu…tidak sadar akan apapun” (Pengkh 9:5, terjemahan New World Translation). Akan tetapi, orang yang hidup dapat dibangunkan dari tidur nyenyak. Jadi Yesus ingin menunjukkan bahwa, melalui kuasa (Tuhan) yang diberikan kepadanya, Lazarus, sahabatnya dapat dibangunkan dari kematian. Apabila seseorang tidur nyenyak, ia tidak ingat apa-apa. Demikian pula halnya orang mati. Mereka tidak mempunyai perasaan sama sekali. Mereka tidak ada lagi”.
·         Kebangkitan dari Kematian
Saksi Yehuwa mengakui adanya kebangkitan orang mati namun bukan kebangkitan di alam roh melainkan kebangkitan di dunia ini layaknya orang bangun dari tidur panjangnya. Saksi Yehuwa membagi kebangkitan menjadi dua bagian, kebangkitan pertama dimana orang yang turut ambil bagian dalam kebangkitan pertama ini hidup di Surga sementara kebangkitan kedua bagi mereka yang ditentukan untuk hidup di dunia yang sudah diperbarui ini.
·         Mengenai Neraka & Surga
Saksi Yehuwa menolak keberadaan neraka karena Yehuwa yang pada dasarnya Kasih tidak mungkin menyediakan tempat sejahat itu. Saksi Yehuwa melakukan penafsiran simbolis terhadap kata Ibrani “Sheol” atau kata Yunani “Hades” dan kata Ibrani “Gehinom” atau kata Yunani “Gehenna” sebagai tempat kuburan dan tempat pembakaran di Yerusalem timur.
·         Hermeneutik Saksi Yehuwa
Hermeneutik adalah “suatu bagian teologi yang bersifat ilmiah dan seni yang memperhatikan hukum tertentu bahkan melibatkan diri penafsir sepenuhnya dengan tujuan mencari maksud yang ingin disampaikan oleh penulis Alkitab”. Namun Saksi Yehuwa tidak menggunakan kaidah hermeneutik yang lazimnya dipergunakan di sekolah-sekolah teologia. Mereka memiliki kaidah penafsiran sendiri yang lebih menekankan aspek simbolis (lambang). Untuk menafsirkan lambang-lambang yang sulit mereka biasanya memiliki kelompok penafsir yang dijuluki “hamba yang setia dan bijaksana” (faithfull and discreet slave class).
·         Metode Pengajaran Saksi Yehuwa
Apa yang disebut “metode” tidak lebih dari sebuah “pelajaran buku” atau “indoktrinasi” bahkan “cuci otak”. Mereka biasanya membacakan keras-keras materi dalam buku terbitan Saksi Yehuwa dan diadakan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sudah tersedia dalam buku panduan tersebut. Kevin R. Quick seorang mantan Saksi Yehuwa yang sudah berpaling pada Yesus Sang Mesias memberikan kesaksiannya sbb: “Saya sering heran mengapa kami memakai metode semacam itu. ‘Kalau apa yang kami pelajari adalah suatu kebenaran’, pikir saya, ‘mengapa harus cuci otak seperti ini? Mengapa tidak berdiskusi saja secara terbuka? Mengapa mengulang-ulang penyajian yang sama, pengajaran yang sama tentang tema yang sama pula?’ Saya lalu berkesimpulan bahwa karena sebagian besar Saksi Yehuwa tidak tinggi pendidikannya, rupanya itulah satu-satunya cara belajar yang efektif bagi mereka”
·         Terjemahan Kitab Suci Saksi Yehuwa
Kelompok Saksi Yehuwa atau Wacth Tower menjunjung tinggi kitab suci terjemahan mereka sendiri dan merendahkan terjemahan lainnya. Pada mulanya mereka menerjemahkan kitab suci dan menerbitkannya dengan nama The New Translation of the Christian Greek Scriptures diterbitkan oleh New World Translation Commiittee pada tahun 1950. Kemudian disusul dengan The New World Translation of the Hebrew Aramaic Scriptures dalam lima jilid.

2.3  Ajaran Bidat
Ajaran Saksi Yehuwa adalah bidat karena banyak konsep ajaran organisasi tidak berdasarkan Alkitab kecuali spekulasi liar berdasarkan ilmu cocok-logi yaitu mencocokkan ayat-ayat Alkitab untuk menghasilkan suatu kesimpulan yang diyakini kebenarannya. Ajaran Saksi tidaklah Alkitabiah karena jika seseorang belajar Alkitab tanpa seorang pemandu mustahil dapat mencapai suatu kesimpulan seperti yang diajarkan oleh para Saksi. Misalnya saja tentang keyakinan Yesus sudah hadir secara tidak terlihat dan ditakhtakan menjadi raja tahun 1914. Tidak ada seorang pun yang hanya membaca Alkitab dapat menyimpulkan ajaran ini karena Saksi Yehuwa menghitung tahun-tahun yang ada di Alkitab seperti menghitung kode togel (toto gelap). Berikut adalah fakta-fakta kesesatan doktrin Saksi Yehuwa.
1. Ajaran Yang Berubah-ubah
Salah satu ajaran Saksi Yehuwa yang menggelikan dan menjadi tidak masuk akal adalah pengajaran yang berubah-ubah disebut terang baru atau bersifat progresif. Bagi Saksi Yehuwa ajaran yang berubah-ubah ini merupakan bukti bahwa Allah mengarahkan organisasinya. Misalnya saja tentang ajaran Yesus adalah malaikat Mikhael yang diyakini oleh Saksi dewasa ini. Padahal dulu Charles Russell, pendiri saksi Yehuwa ini mengajarkan bahwa Yesus bukan malaikat Mikhael. Akibat ajaran terang baru atau bersifat progresif yang berubah-ubah dapat membawa penderitaan, bahkan membahayakan kehidupan dan nyawa para Saksi Yehuwa yang mengikutinya.

2. Konsep Hamba atau Budak Setia Dan Bijaksana
Ajaran bidat lainnya adalah tentang konsep Hamba atau budak setia dan bijaksana yaitu keyakinan kepada sekelompok orang yang berhak menafsirkan Alkitab bagi para Saksi Yehuwa sebagai makanan rohani yang wajib ditaati dan tidak boleh dipertanyakan keabsahannya karena diyakini bersumber ilahi. Mempertanyakannya tafsiran ataupun otoritas golongan budak dianggap sama dengan mempertanyakan otoritas Allah sendiri. Bagi seorang Saksi Yehuwa, berhubungan dan menyenangkan hati golongan “Hamba” sangat menentukan kesehatan rohani dan hubungan baiknya dengan Allah.
3. Doktrin Keselamatan
Doktrin keselamatan merupakan hal yang paling penting bagi umat Kristen.karena kasih Allah akan dunia inilah, maka Bapa mengirim Anak-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan   manusia (Yoh. 3:16). Alkitab mengajarkan hanya melalui percaya kepada Kristus saja manusia dapat beroleh selamat (Kis. 16:29-31). Jadi doktrin Kristen jelas mengajarkan bahwa keselamatan hanya dapat diperoleh melalui anugerah oleh iman kepada Yesus.
Saksi Yehuwa mengajarkan bahwa keselamatan seorang dapat diperoleh pertama melalui bergabung dan menjadi bagian dari organisasi Saksi Yehuwa sehingga organisasi ini sebenarnya merupakan tempat pemujaan berhala bagi setiap Saksi. Kedua, organisasi mengajarkan bahwa “bila kita [saksi yehuwa] bertekun memberitakan ”Injil Kerajaan” ini, keselamatan dapat kita peroleh” (w81 No. 31 hlm. 13 par. 4). Ini merupakan ajaran perbuatan baik menghasilkan keselamatan. Oleh karena itu disadari atau tidak oleh Saksi Yehuwa alasan mereka berkeliling dari rumah ke rumah untuk beroleh keselamatan.
4. Penebusan Dosa manusia
Tujuan utama kelahiran Kristus ke dalam dunia ini adalah untuk menyelamatkan (baca menebus) manusia dari dosa-dosa Anda dan saya (Mat. 1:21). Tetapi ajaran Saksi Yehuwa tidaklah demikian. Bagi Saksi Yehuwa kelahiran Kristus ke dalam dunia tidak menebus dosa manusia karena kematian manusia telah membebaskannya dari dosa-dosanya sendiri.
5. Berita Injil Saksi Yehuwa
Setiap Saksi bangga dengan pengabaran yang dilakukannya dari rumah ke rumah yang katanya sesuai dengan perintah Yesus Kristus. Namun jika ditelaah dari sisi lain ajaran yang dikabarkan di tiap rumah belum tentu sama dengan yang ada dalam kitab injil.
2.4  Kultus Ajaran  Saksi Yehuwa
Ajaran Saksi Yehuwa tentang transfusi darah yang didasarkan pada Alkitab yaitu tentang larangan makan darah. Kemudian mereka menafsirkan kata makan darah sama dengan mentransfusikan darah yang tidak diperbolehkan mendonor atau pun menerima transfusi darah. Jutaan Saksi Yehuwa hanya menerima, taat dan tunduk dengan tafsiran tersebut karena kehendak Allah sama dengan kehendak budak. Golongan hamba meminta ini dan itu, tentunya disertai ayat-ayat Alkitab yang ditafsirkan entah sesuai dengan konteksnya atau tidak. Tafsiran itu tidak boleh dipertanyakan hanya boleh dituruti dan ditaati. Jika tidak dituruti, akan ada suatu konsekuensi atau intimidasi yang akan menimpanya secara kelompok, misalnya pengucilan dan pemecatan artinya orang yang dikucilkan atau dipecat tidak diperbolehkan berhubungan lagi dengan seluruh teman dan kerabat keluarganya.
Ciri dari organisasi kultus adalah kepemimpinannya bersifat otoriter; keinginannya harus dipenuhi dan ayat-ayat Alkitab digunakan sebagai pembenarannya.
2.5 Proses Internalisasi Doktrin Absolute Kultus
Setiap Saksi Yehuwa pasti akan beroleh proses internalisasi doktrin absolute, salah satunya, melalui metode psikoanalisis sebagai sebuah kebenaran yang mutlak karena diklaim mampu menjawab setiap permasalahan yang ada di dunia ini. Karena proses internalisasi doktrin tersebut menjadikan anggota kultus memiliki pola pikir dikotomi secara ekstrem sehingga ia hanya mampu melihat dunia ini dalam 2 buah warna yaitu “hitam vs putih”, “kita vs mereka” di mana yang baik, suci, dan benar adalah doktrin grupnya sedangkan di luar grupnya semuanya jahat, najis/kafir dan sesat.
Pada tingkat yang ekstrem, proses internalisasi akan membuat seorang Saksi merasa dirinya sebagai orang yang spesial atau bersifat elitis. Ia merasa sebagai satu-satunya kelompok umat Allah, memiliki pengetahuan yang tidak dimiliki kelompok lain, menganggap rendah kelompok lain dan lain-lain sifat elitis. Intinya semangat elitisme terbangun dan dipupuk subur untuk mencapai suatu fanatisme buta. Misalnya, setiap Saksi merasa bahwa hanya Saksi-Saksi Yehuwa merupakan agama dan Kristen sejati sedangkan lainnya sesat dan palsu.
2.6  Analisis
Proses internalisasi dalam ajaran Saksi Yehuwa ini adalah tindakan mereka sangat menyimpang. Jika tidak dituruti, akan ada suatu konsekuensi atau intimidasi yang akan menimpanya secara kelompok, misalnya pengucilan dan pemecatan artinya orang yang dikucilkan atau dipecat tidak diperbolehkan berhubungan lagi dengan seluruh teman dan kerabat keluarganya.
Proses obyektivitas yang terjadi dalam ajaran ini terlihat pada beberapa ajarannya yang menyimpang salah satunya adalah Saksi Yehuwa kelahiran Kristus ke dalam dunia tidak menebus dosa manusia karena kematian manusia telah membebaskannya dari dosa-dosanya sendiri. Semua bentuk ajarannya yang dianggap dan dinilai menyimpang oleh sebagian umat Kristen yang sah ternyata membuat kekokohan terhadap kaum saksi yehua.
Contoh: Tidak dianjurkan merayakan Natal,sebab Yesus pada saat dilahirkan jaman dahulu tidak di gelar akan adanya perayaan sedikit pun.
Tidak dianjurkan merayakan paskah karena dalam al-kitab sama sekali tidak ada perintah untuk dilakukannya sebuah perayaan di bumi ini.
Dalam ajaran pemahaman al-kitab para penganut Saksi Yehuwa ini tidak mentolelir adanya perkembangan zaman yang nantinya dapat sinkron antara lingkungan realita social dengan isi ajaran alkitab itu seperti apa.
Proses eksternalisasi Oleh karena itau, mau tidak mau dan suka atau tidak suka, seorang Saksi taat mengikuti arahan. Sebenarnya ciri dari organisasi kultus adalah kepemimpinannya bersifat otoriter; keinginannya harus dipenuhi dan ayat-ayat Alkitab digunakan sebagai pembenarannya.


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
            Beberapa doktrin Protestan yang dianut oleh Saksi Yehova adalah: penolakan terhadap beberapa pengajaran Katolik, seperti Sakramen Ekaristi, Sakramen Tobat, Api Penyucian, Perantaraan Para Kudus, dll. Inti dari ajaran Saksi Yehuwa yang utama dan terpenting bahwa ajaran Saksi Yehuwa hanyalah sebuah kultus dan bidat. Ajaran Saksi Yehuwa adalah bidat karena banyak konsep ajaran organisasi yang tidak berdasarkan pada Alkitab kecuali spekulasi liar berdasarkan ilmu cocok-logi yaitu mencocokkan ayat-ayat Alkitab untuk menghasilkan suatu kesimpulan yang diyakini kebenarannya. Kesesatan doktrin Saksi Yehuwa diantaranya, adanya ajaran yang berubah-ubah, konsep hamba atau budak setia dan bijaksana, doktrin keselamatan, penebusan dosa manusia, dan berita injil saksi yehuwa.
            Saksi yehuwa telah menafsirkan Alkitab berdasarkan atas pemahaman dari dirinya, mereka tidak menerima ajaran baru yang dianggapnya menyimpang dengan ajaran yang mereka anut. Padahal belum tentu ajaran atau hal yang baru dapat menjerumuskannya ke dalam hal-hal yang dapat menyesatkannya. Apa yang diyakini oleh seorang Saksi Yehuwa adalah tafsiran badan pimpinan Saksi Yehuwa terhadap Alkitab, bukan apa yang dinyatakan Alkitab sehingga apapun perdebatannya tidak akan ada penyelesaian yang memuaskan. Misal pada kasus mereka tidak dianjurkan merayakan Natal, sebab jaman Yesus dahulu tidak ada perayaan Natal sedikit pun.
Dalam ajaran pemahaman al-kitab para penganut Saksi Yehuwa tidak mau mentolelir adanya perkembangan zaman yang ada saat ini. Para penganut Saksi Yehuwa tidak mau merayakan Natal seperti pada umumnya kaum Kristen, karena apabila mereka ikut merayakan Natal maka dianggap telah melakukan hal yang menyimpang dari ajaran Saksi Yehuwa.

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Saksi-Saksi_Yehuwa (Diakses pada Selasa 10 Juni 2014 19:32:28)

LAMPIRAN











Gambar 1
 

Gambar 2
 


Gambar 3
 

Gambar 4
 



Gambar 5
 



Gambar 3, 4, dan 5  Menunjukkan para penganut Saksi-saksi Yehuwa menjalankan ibadah
 


Gambar1 dan 2 Menunjukkan adanya salah satu Balai Kerajaan para penganut Saksi-Saki Yehuwa
 

0 komentar:

Posting Komentar